Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 September 2011

Kegunaan & Rahasia di dalam Coca Cola yang belum diketahui



kemaren ketika lagi asyik mencetak beberapa foto-foto narsis milik teman di printer sambil minum coca cola, tanpa sengaja tangan saya menyenggol kaleng minuman tersebut sehingga tumpah dan membasahi foto-foto yang baru aja selesai dicetak tersebut. Anehnya beberapa warna yang tercetak di foto bereaksi dengan cairan coca cola dan berubah menjadi warna lain.

Karena rasa penasaran, saya mencoba mencari info di paman google dan menemukan bahwa bukan hanya warna, tetapi coca cola juga ternyata mampu melarutkan kulit telur dalam satu tahun!

selain itu saya juga mendapatkan beberapa informasi yang tentang coca cola :

1.Untuk membersihkan toilet

tuangkan sekaleng coca cola kedalam toilet, tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih. Asam sitric dalam coca cola menghilangkan noda-noda dari keramik.

2.Untuk membersihkan radiator.

Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air radiator. Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper? Chrome?
Mobil : Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam coca-cola. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil : Tuangkan sekaleng coca-cola diatas terminal aki untuk membersihkan korosi.

3.Untuk melonggarkan baut yang berkarat :

Gosokkan kain yang direndam dalam coca-cola pada baut yang berkarat.
Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng coca-cola kedalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal. Coca-cola/pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak coca-cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil.



Perokok Pasif Berisiko Tinggi Kena Kanker Serviks



KANKER serviks atau leher rahim sudah menjadi momok bagi wanita di zaman modern ini. Berbagai cara dilakukan agar perempuan tak terkena dampak penyakit tersebut. Tapi tahukah Anda, kanker serviks berpotensi muncul pada perempuan perokok pasif?

Anda mungkin merasa aman tak mengisap rokok. Anda pun tak merasa canggung berada di dekat perokok yang tengah mengepulkan asapnya. Mulai kini, Anda harus tahu meski tak merokok, Anda pun terancam berisiko kanker serviks, lho.

Perempuan perokok memiliki risiko kanker serviks di atas rata-rata. Penelitian terbaru tidak menunjukkan bahwa perempuan yang menghirup asap rokok yang dihembuskan perokok lain akan berakhir dengan kanker itu. Namun studi menunjukkan bahwa perokok pasif memiliki risiko mengalami kerusakan sel pada serviksnya.

Kerusakan itu dilihat dokter dengan tes Pap smear saat mereka diskrining untuk kanker serviks. Temuan itu tidak membuktikan bahwa menjadi perokok pasif bertanggung jawab terhadap abnormalitas serviks.

Namun hasil dari studi yang melibatkan 4.400 perempuan yang menjalani Pap smear menunjukkan bahwa “perempuan yang melaporkan terpapar asap rokok lebih mungkin memiliki tes Pap smear yang abnormal dibandingkan perempuan yang melaporkan tidak terpapar asap rokok,” kata kepala peneliti Dr. Kristy K. Ward, dari University of California San Diego.

Tes Pap yang abnormal pada perempuan bukan berarti yang bersangkutan mengidap kanker serviks. Faktanya, perempuan dengan hasil tes Pap abnormal tidak mengembangkan kanker tersebut. Namun mereka membutuhkan tes lebih lanjut, kadang-kadang pembedahan.

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi persisten oleh strain tertentu human papillomavirus (HPV),* yang menyebabkan kutil kelamin. Dimungkinkan dengan menjadi perokok pasif membuat perempuan lebih rentan membentuk abnormalitas jaringan serviks.

Perokok aktif sejak lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker serviks. Sejumlah studi pun menunjukkan toksin perokok aktif maupun pasif bisa ditemukan pada kanker serviks.

Ward mengatakan karsinogen, materi penyebab kanker pada asap rokok, menyebabkan materi genetik pada sel berubah. “Jadi sel tidak berfungsi dengan normal. Ini bisa menuntun abnormalitas pada sel yang terlihat pada tes Pap smear dan punya potensi berkembang menjadi kanker.”

Studi sebelumnya menemukan kaitan antara perokok pasif dan hasil Pap yang abnormal, namun studi lainnya gagal mengonfirmasi koneksinya. Studi terakhir ini berbeda dengan sebagian besar perempuan yang terlibat adalah Hispanik Amerika.

Perempuan Hispanik di AS memiliki laju risiko kanker serviks sebanyak 11,5 per 100.000 dibandingkan 8 per 100.000 di antara perempuan AS pada umumnya.


PRIA PEMBAWA, PEREMPUAN MENDERITA!

Semoga bermanfaat ^_^

Info cara mudah mendapatkan Uang

Banner kawan"

Selamat Datang dan Terima kasih

Selamat Datang Di Blog Kami

Klik Ini Untuk Mendapatkan $$$$

 
Welcome